Akhirnya Jokowi Ambil Alih Penanganan Banjir Jabodetabek.

Jokowi Ambil Alih Penanganan Banjir Ibukota. Foto/Twitter.com/Jokowi
SHARE KLIK

Jakarta – Banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu (1/1/2020) hingga hari ini, Kamis (2/1/2020) menarik perhatian Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Pria yang akrab disapa Jokowi itu mengambil alih penanganan banjir Ibu Kota.

Hal tersebut disampaikan Jokowi lewat status twitternya @jokowi; pada Kamis (2/1/2020) siang.

Dalam postingannya, Jokowi menyebutkan terdapat empat lokasi banjir terparah pada awal tahun 2020.

Lokasi banjir tersebut disebutkannya meliputi permukiman warga di sepanjang aliran empat sungai besar.

Empat sungai besar tersebut antara lain Sungai Krukut, Sungai Ciliwung, Sungai Cakung dan Sungai Sunter.

“Banjir di ibu kota dan sekitarnya awal tahun ini paling parah terjadi di Daerah Aliran Sungai Krukut, Ciliwung, Cakung, dan Sunter,’ tulis Jokowi.

Terkait banjir tersebut, dirinya mengingatkan agar seluruh pihak mengambil langkah darurat, menyiagakan mesin pompa hingga blokade banjir lewat bronjong dana karung pasir.

“Sebagai penanganan darurat, telah difungsikan pompa, karung pasir, bronjong dan tanki agar kawasan dan prasarana publik segera berfungsi kembali,” jelasnya.

Banjir besar yang terjadi saat ini katanya tidak terlepas dari molornya proyek pengendalian banjir Ibukota sejak tahun 2014.

Proyek tersebut tertunda lantaran proses pembebasan lahan tertunda sejak tahun 2017.

“Pembangunan prasarana pengendalian banjir pada keempat sungai terkendala sejak 2017 karena soal pembebasan lahan,” ungkap Jokowi.

Misalnya SUngai Ciliwung.

Dalam denah besar pengendalian banjir, Jokowi menyebutkan proyek normalisasi Sungai Ciliwung baru berjalan sepanjang 16 kilometer dari 33 kilometer yang direncanakan.

“Di hulunya dibangun Bendungan Ciawi dan Sukamahi. Kedua bendungan direncanakan selesai akhir 2020,” tambahnya.

Sementara itu, percepatan pelaksanaan Sudetan Sungai Ciliwung dari Sungai Ciliwung ke Sungai Cipinang katanya sedang berlanjut.

“Masyarakat setempat telah menyetujui pemanfaatan lahan untuk kelanjutan pembangunan sudetan sepanjang 600 meter dari keseluruhan 1.200 meter,” jelasnya

Turun Tangan

Curah hujan tinggi akibat aktifnya Monsun Asia sejak malam pergantian tahun Selasa (31/12/2019) hingga Rabu (1/1/2020) meimicu banjir parah di wilayah DKI Jakarta.

Buruknya kondisi serta tidak kunjung tertanganinya banjir di Ibu Kota memaksa Presiden Republik Indoneisa, Joko Widodo turun tangan.

Hal tersebut terlihat dalam postingan twitter milik Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman @fadjroeL; pada Kamis (2/1/2020).

Dalam postingannya, Fadjroel mengungkapkan Jokowi-sapaan Joko Widodo; menerbitkan sebanyak empat instruksi.

Instruksi tersebut katanya disampaikan Jokowi untuk tangani banjir di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Empat Instruksi Presiden @jokowi untuk Tangani #BanjirJakarta dan daerah lainnya ~ #Jubir #IndonesiaMaju,” tulis Fadjroel.

Dalam video yang dibagikannya, empat instruksi Jokowi tersebut antara lain tentang keselamatan korban banjir.

“Keselamatan warga dinomorsatukan,” tulis Fadjroel.

Selain itu revitalisasi fasilitas umum, seperti bandara Halim Perdanakusuma, Tol Cikampek dan beberapa objek vital.

“Normalisasi fasilitas umum,” tulisnya.

Hal lainnya adalah akselerasi kerjasama antara pemerintah puisat dan provinsi dalam menanggulangi banjir.

Kerjasama tersebut seperti pembangunan Waduk Cimahi dan Waduk Ciawi.

Instruksi terakhir yang disampaikan Jokowi adalah mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menghadapi bencana banjir.

“Semuanya harus bergerak bersama-sama untuk memberikan rasa aman, untuk memberikan keselamatan kepada warga,” jelas Jokowi di akhir tayangan. (Tribunnews.com)

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply