Stafsus Menteri BUMN : Perusahaan Erick Thohir Tidak Terjerat Kasus Jiwasraya.

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga.
SHARE KLIK

Jakarta – Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga membantah tudingan Wakil Sekjen Partai Demokrat terkait perkara yang membelit PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dari masalah keuangan. Dalam tudingannya, Andi menyebut perusahaan milik Menteri BUMN Erick Thohir menjadi tempat investasi Jiwasraya.

Arya bilang investasi saham yang ditawarkan perusahaan Erick merupakan saham terbuka. Artinya, siapapun bebas membeli dan menjual saham tersebut karena berada di pasar saham.

“Dia (Jiwasraya) itu ambil saham (Erick) di market. Kalau dia beli di market, ya bebas, kapan beli dan kapan jual,” ujar Arya di gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Menurutnya, Andi memelintir informasi. Andi disebut tidak mengerti jual beli saham sehingga kicauannya terkesan menyudutkan Erick. Padahal sebagai perusahaan terbuka, saham perusahaan tersebut bisa dibeli siapa pun dan kapan pun.

“Dia (Andi) enggak tahu kalau beli di bursa saham itu bisa beli saham suka-suka, saham apa pun bisa dibeli. Jadi ketika dibeli saham ABBA (Mahaka) itu sahamnya ada di market. Pemiliknya juga enggak tahu siapa yang beli,” tuturnya.

Asal tahu saja, saat ini Jiwasraya punya total aset sebanyak Rp23,26 triliun. Dari total aset itu, 52,2 persen di antaranya merupakan aset finansial berupa saham. Sayangnya, mayoritas saham-saham yang dinvestasikan Jiwasraya merupakan saham yang tidak likuid.

Alhasil investasi saham Jiwasraya justru buntung, saat ini tercatat total utangnya (liabilitas) mencapai sebesar Rp50,5 triliun. Dari angka itu, Rp15,7 triliun di antaranya merupakan liabilitas dari produk JS Saving Plan.

“Kalau dia beli saham terus sahamnya turun atau naik, itu kan dia yang mengambil keputusan. Saya masih cari data kapan dia beli saham itu, kapan dia jual juga,” jelas dia.

Sebelumnya, Andi menuding Erick ikut bertanggung jawab atas kasus gagal bayarnya Jiwasraya. Tudingan itu dibeberkan Andi melalui kicauan Twitter di akun pribadinya.

“Tak usah muter-muter dan berpolitik dalam selesaikan kasus jiwasrayagate. Selesaikan dengan jujur. Ada yg diduga pelaku yang ditarik jadi orang penting di staf Presiden. Menurut BPK ada yang diduga perusahaan yg ditempatkan sahamnya oleh Jiwasraya, dan pemiliknya adalah Menteri BUMN,” kicau Andi pada Senin, 23 Desember 2019. (Medcom.id)

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply